Tim Falakiyah MWCNU Patrang Hadir di Kalbut Situbondo dalam Penentuan 1 Syawal 1447 H: Hilal Belum Memenuhi Kriteria
Situbondo, 21 Maret 2026 - Dalam suasana khidmat dan penuh rasa tanggung jawab, Tim Falakiyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Patrang, Jember, turut serta dalam kegiatan Rukyatul Hilal (pengamatan bulan sabit muda) untuk menentukan awal bulan Syawal 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, salah satu lokasi strategis untuk pengamatan hilal di Jawa Timur.
Kehadiran Tim Falakiyah MWCNU Patrang merupakan bentuk komitmen dalam menjaga tradisi dan kepastian hukum Islam dalam penentuan awal bulan Qamariyah, khususnya dalam momen krusial seperti penentuan Idul Fitri. Tim ini bergabung dengan para ahli falak, ulama, dan perwakilan dari berbagai ormas Islam serta instansi terkait di lokasi pengamatan.
Hasil Pengamatan di Kalbut Situbondo
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan teliti di Pelabuhan Kalbut Situbondo, Tim Falakiyah MWCNU Patrang melaporkan bahwa hilal belum terlihat. Hal ini dikarenakan posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk.
Secara teknis, berdasarkan perhitungan astronomis yang dilakukan oleh Tim Falakiyah, ketinggian hilal pada saat pengamatan di Pelabuhan Kalbut berada pada posisi 2°11' (dua derajat sebelas menit). Posisi ini masih berada di bawah kriteria minimum Imkanur Rukyat (kemungkinan hilal terlihat) yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yaitu minimal 3 derajat.
Kriteria MABIMS ini menjadi acuan dalam penentuan awal bulan Qamariyah di Indonesia. Ketinggian hilal 3 derajat dianggap sebagai batas minimal secara visual hilal berpotensi terlihat. Karena hasil pengamatan di Kalbut belum memenuhi kriteria tersebut, maka tim menyimpulkan bahwa hilal belum berhasil dilihat.
Mengikuti Keputusan Pemerintah: 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Meskipun hasil pengamatan di beberapa lokasi, termasuk di Pelabuhan Kalbut Situbondo, belum menunjukkan adanya hilal, Tim Falakiyah MWCNU Patrang, bersama dengan Nahdlatul Ulama pada umumnya, menegaskan kembali komitmen untuk mengikuti keputusan Pemerintah Republik Indonesia.
Menteri Agama Republik Indonesia saat ini adalah Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA , dalam Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H yang digelar di Jakarta, secara resmi mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil Rukyatul Hilal dari berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia dan hasil hisab yang telah dilakukan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag.
Menteri Agama menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, dari sekian banyak titik pengamatan di seluruh Indonesia, terdapat laporan tentang hilal yang memenuhi kriteria di beberapa lokasi. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menetapkan bahwa 1 Syawal jatuh pada tanggal 21 Maret 2026.
Komitmen NU dan Pentingnya Kebersamaan
Ketua MWCNU Patrang, [Nama Ketua MWCNU Patrang], yang turut mendampingi Tim Falakiyah, menyatakan bahwa partisipasi dalam kegiatan Rukyatul Hilal adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab NU untuk memberikan kepastian dan ketentraman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.
"Kami hadir di Kalbut Situbondo ini bukan untuk mencari perbedaan, melainkan untuk memberikan kontribusi dan ikut serta dalam proses penentuan awal bulan Qamariyah yang berdasarkan pada kaidah fikih dan astronomi.
Beliau juga menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam merayakan Idul Fitri. "Meskipun hasil pengamatan kami di satu lokasi berbeda dengan keputusan akhir, NU sebagai organisasi yang taat pada pemerintah dan memiliki mekanisme sendiri dalam penentuan awal bulan Qamariyah, menyepakati keputusan pemerintah untuk melaksanakan Idul Fitri pada 21 Maret 2026."
Komitmen ini menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama senantiasa menjaga keseimbangan antara tradisi, ilmu pengetahuan, dan ketaatan kepada pemerintah dalam upaya menciptakan harmoni dan kepastian hukum bagi umat Islam di Indonesia.
Penutup
Partisipasi Tim Falakiyah MWCNU Patrang dalam kegiatan Rukyatul Hilal di Pelabuhan Kalbut Situbondo memberikan kontribusi berharga dalam proses penentuan awal Syawal 1447 H. Meskipun hasil pengamatan di lokasi tersebut belum memenuhi kriteria, NU dengan penuh kerendahan hati dan tanggung jawab, menyepakati keputusan pemerintah untuk merayakan Idul Fitri pada 21 Maret 2026. Hal ini menjadi cerminan dari semangat kebersamaan dan persatuan umat Islam di Indonesia dalam menyambut hari raya yang penuh kemenangan.


0Komentar